Weekend Getaway

4 Feb 2016

Assalamualaikum.. Hai, apakabar kalian? Semoga baik saja ya. 

Weekend kemarin adalah salah satu weekend yang seru buat saya. Karena akhirnya ada juga kegiatan "jalan-jalan" yang sebenarnya saya lakukan (karena sekarang saya masih liburan semester kuliah dan satu-satunya kegiatan jalan-jalan yang saya lakukan adalah jalan-jalan seputaran tempat tidur saja). Jadi singkatnya hari sabtu pagi kemarin, saya dan keluarga saya berangkat ke Puncak untuk berlibur. Selain untuk berlibur juga sekalian buat merayakan ulang tahun keponakan saya yang ke sembilan. Sebenarnya malam sebelum kami berangkat saya agak pesimis sih kegiatan jalan-jalan ini terlaksana, karena pada jumat malam Pakde saya minta diantarkan ke UGD karena kepalanya terasa tak enak. Tapi sebenarnya walaupun kegiatan jalan-jalan ini gak jadi juga gak papa sih, yang penting Pakde sehat walafiat. 

Syukurnya, tidak ada yang serius dengan kesehatan Pakde. Dannnn jadilah kami berangkat sabtu pagi ke puncak. Saya senang sih akhirnya bisa escape sementara dari Jakarta dan bisa melihat-lihat pemandangan yang hijau-hijau. Kami berangkat pukul 08:00 WIB, dan ternyata (saya baru tau sih) walaupun berangkat pagi kami akan tetap terkena macet di jalan tol. Untungnya ketika macet melanda, ada banyak abang-abang penjual gemblong. Tadinya saya gak tau apa itu gemblong, sampai akhirnya makanan manis itu mendarat dengan sempurna di mulut saya dan saya jatuh cinta pada kunyahan pertama! :')

Okay, sebenarnya saya memang doyan makan. Tapi serius, gemblong itu ternyata enak ya! Bisa membuat maklum akan jalanan yang macet. Setelah melewati pintu tol, dan kayaknya itu sudah masuk ke Bogor arah Puncak, kami singgah untuk makan. 

Lapar~
Setelah itu kami melanjutkan perjalanan. Kami akhirnya tiba di penginapan, namanya Alfa Resort. Tempatnya bagussss, apalagi room yang kami pesan. Kamarnya ada tiga, family size gitu, muat buat bocah-bocah lari-larian. Rumah itu memiliki banyak jendela-jendela, dan itu membuat saya bertekat kelak kalau punya rumah mau dengan model seperti itu. Suhu disana sih tidak terlalu dingin, dibandingnya dengan suhu yang saya ingat ketika berlibur bersama teman-teman kampus di Puncak juga. Tapi syukur sih, karena saya gak bawa jaket tebal. 

Kegiatan selanjutnya yang kami lakukan ialah....makan! Tentu saja! Kayaknya gak ada kegiatan yang paling pas untuk dilakukan selain makan dan bermain ketika berlibur. Dan serunya keponakan-keponakan saya yang di Jakarta ngumpul semua (sebenarnya cuma tiga sih hehe). Karena mereka cowok semua pasti deh mainnya kalau bukan futsal, main tembak-tembakan atau lainnya. Untungnya mereka semua lovely sekali. 

Meet Aska, Rafa, and Reza

Keponakan saya ini lucu-lucu sekali. Entah karena mereka adalah keponakan saya atau memang karena mereka sudah lucu dari sananya. Aska, yang paling kecil itu bercita-cita jadi Zombie (kids nowadays -___-"). Yang ditengah itu adalah keponakan saya yang akan ulang tahun hari minggunya, dia sih kalau tidur kayak kipas angin, alias mutar terusss. Nah, kalau yang terakhir itu adalah Reza, walaupun badannya besar tapi dia itu adik dari Rafa. Oh ya, salah satu alasan kenapa saya sayang sekali dengan keponakan-keponakan saya ini adalah karena mereka walaupun lagi marah atau jengkel sama saudaranya akan tetap menyebut kata sayang. Misalnya "gak gitu mas sayang!"  (dengan muka marah), atau  "ade sayang! mas kan gak bolehin!" (dengan muka marah dan suara tinggi).

Back to kegiatan liburan. Sorenya para bocah mulai merengek-merengek minta berenang. Saya juga kepingin sih, tapi sayang gak bawa baju renang :(. Akhirnya saya cuma menemani saja di pinggir kolam. 

Swim...swim..
Aska yang cuma berani di pinggir kolam :')
Tapi sayangnya kami harus segera kembali ke kamar atau rumah tempat kami nginap, karena hujan turun. Dan malamnya kami keluar untuk mencari makan...indomie. Huhuu, memang sih dingin-dingin seperti itu enaknya makan indomie. Kami akhirnya mendapatkan tempat makan yang posisinya cuccok binggo. Karena dari sana kami bisa melihat kemerlip lampu kota Bogor. Sayangnya kamera hp tidak bisa menangkap gambar tersebut (syedihhh...). Setelah makan kami keliling-keliling untuk mencari kue ulang tahun, tapi sayangnya gak ada. Yang banyak malah toko-toko arab/india gitu. Jadilah besok ulang tahun Rafa dirayakan tanpa kue, untungnya anaknya gak banyak protes hehe.

Nah keesokan paginya saya bangun cepat. Untuk jalan-jalan keliling resort, dan foto-foto pastinya. Pemandangan dari resort itu indah sekali! Membuat saya kangen Malino :'(

Morning view, yang ketutupan kabut itu gunung loh :)
Birthday boy, Rafa..

Koboi (?)

GMZ maksimal :'))
Cafe yang ada di resort

Dan akhirnya setelah sarapan, kami pun bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta. Back to reality...
Meskipun begitu saya senang sekali dengan liburan akhir pekan ini! Dan semoga hari-hari berikutnya akan menyenangkan juga ya. Amin!


Alhamdu..lillah :)

Why do i do this?

21 Jan 2016

Assalamualaikum, hai.. apa kabar? Semoga baik saja.

Saat saya menuliskan postingan ini sudah pukul setengah dua pagi. Yes, belakangan ini jadwal tidur (dan tentu saja jadwal bangun) saya berantakan. Kantung mata yang mulai menghitam jadi saksi kalau saya susah tidur cepat. 

Oh ya, selamat tahun baru! Walaupun sudah berlalu 21 hari tapi tetap saja ini tahun yang baru untuk dijalani. Dan selamat ulang tahun untuk Kak Sabda. 

Sebenarnya ada pertanyaan yang selalu berulang-ulang di kepala saya belakangan ini. Dan mungkin itulah yang membuat saya jadi susah untuk tidur cepat (selain karena memang saya tidak punya kesibukan yang bisa membuat saya lelah dan bisa tidur di jam normal). Well, sekarang saya sudah memasuki semester 4. Which means, ini adalah saatnya saya menyusun thesis guna mencapai gelar magister di bidang corporate communications *ciyeilah kaku banget bahasanya*. Dan sejujurnya perkara menyusun karya ilmiah memang tidaklah pernah mudah. Beruntunglah saya karena dikelilingi oleh orang-orang yang punya antusiasme yang sama dibidang penelitian. 

Tetapi sesungguhnya masalah penyusunan thesis ini bukanlah hal yang paling membebani pikiran saya belakangan ini. Bila boleh jujur, saya mulai takut. Iya takut... untuk menghadapi masa depan.

Hmm...

Secara singkat yang menjadi pikiran saya adalah, "apa yang akan saya lakukan setelah lulus s2?". Pertanyaan yang sangat tricky menurut saya. Dulu, ketika lulus s1, saya langsung memutuskan untuk melanjutkan pendidikan. Tidak mau bekerja dulu, tidak mau punya rutinitas yang boring, dan sebenarnya saya belum mau berhadapan dengan tanggung jawab dan bla bla bla urusan kantor lainnya. Selain itu, saya juga berpikir bahwa cita-cita saya dari dulu ialah ingin menjadi seorang pengajar. Maka dengan modal nekat (dan ngambek) saya memberanikan diri untuk meminta kepada kedua orang tua saya untuk melanjutkan sekolah. Sementara di sisi lain kakak saya menyarankan untuk bekerja dulu baru melanjutkan kuliah. Tetapi saya masih ngotot dan akhirnya disinilah saya sekarang... Jakarta.

Malam ini, setelah ngobrol seperti biasa dengannya saya jadi makin galau dengan masa depan saya. Apa yang akan saya lakukan setelah lulus? Tidur saja dan main game pokopang? Atau tunggu dilamar saja dan menjadi ibu rumah tangga? Atau ikutan program MT di perusahaan BUMN? Atau ikutan daftar CPNS? Atau bikin perusahan konsultan komunikasi? Atau ikutan kursus make up dan jadi MUA? Atau apa?

Beribu-ribu "atau" itulah yang membuat saya jadi tidak bisa tidur :(

Saya takut..

Takut ini semua tidak membawa saya kemana-mana. Saya takut karena ternyata semakin saya membaca banyak hal semakin saya merasa bahwa diri saya ini kecil. Saya takut pengorbanan yang dilakukan kedua orang tua saya tidak membuat mereka bangga kepada saya. Saya takut kalau pilihan yang saya ambil saat ini salah...

*SIGH*

Ketakutan-ketakutan itu akhirnya membuat saya googling. Dengan sangat dangkal saya menuliskan keyword di google "apa yang harus dilakukan setelah s2?". Dan kebanyakan artikel yang saya dapat ialah menjadi seorang dosen/peneliti. 

Saya memang sangat ingin menjadi dosen dan juga peneliti. Profesi yang mulia menurut saya karena membagikan ilmu kepada banyak orang. Tetapi sekali lagi, saya takut kalau apa yang saya pelajari selama ini belum cukup untuk berprofesi seperti itu. Kemudian saya terus mencari-cari artikel menarik untuk di baca. Dan saya menemukan satu artikel yang cukup panjang dan memiliki banyak komentar. 

Inti dari artikel yang saya baca itu sama persis dengan ketakutan dan kekhawatiran yang saya rasakan. Begitupula dengan orang-orang yang berkomentar di artikel itu. Saya baca semua komentar itu dan membuat kekhawatiran saya jadi mulai berkurang. Artikel itu mengingatkan saya kalau tidak ada yang sia-sia dengan melanjutkan sekolah. Dan juga membuat saya lebih bersyukur sebenarnya, karena banyak orang di luar sana yang ingin melanjutkan pendidikan tapi banyak halangan. 

Di dalam artikel itu menyebutkan bahwa yang paling penting itu bukan motivasi, tetapi komitmen. Satu hal yang saya akui kurang dalam diri saya. Dan mungkin karena itulah saya jadi gampang goyah dan ketakutan. Mungkin satu hal yang perlu saya lakukan ialah terus berkomitmen, pada apa yang saya cita-citakan. Pada janji untuk mama bapak di Makassar. Dan pada ilmu yang saya dapat selama ini.

Saya harus yakin, kalau tidak ada yang sia-sia di muka bumi ini. Insyallah...

Mungkin tulisan ini agak random, maklum ya saya sedang bingung. Dan bagi kalian yang juga mengalami kebingungan mengenai hidup, yakinlah..kamu tidak sendirian.

Semoga kita semua selalu bisa berkomitmen, pada apapun itu.

Amin.

p.s : dan mungkin komitmen ini harus dimulai dengan menyelesaikan membaca buku-buku yang sudah lama saya anggurkan.

When Life Give You A Lemon..

23 Des 2015

Assalamualaikum, halo apakabar kalian? Semoga sehat selalu dan tidak terkena flu, because as we know.. sekarang ini selain musim durian, juga musim sakit karena cuaca yang so so. 

Sudah lama sekali ternyata saya meninggalkan blog ini. Padahal dibilang sedang sibuk juga tidak sih. Cuma memang entah mengapa hasrat menulis di blog perlahan mulai loyo. Niat awalnya sebenarnya saya mau mengerjakan tugas UAS, berhubung ini sudah memasuki last week. Dan...new year's eve is coming!

OMG!

Doesn't time flies so fast? dan saking cepatnya waktu terasa berlalu sampai-sampai saya menyadari kalau kita semua has grown up in different ways. 

Hari ini saya bertemu dengan teman duduk saya selama kelas dua SMA. Namanya Cipluk. Perempuan yang selalu saya jambak-jambak dulu pas jaman SMA. Bukannya saya jahat sih, cuma karena saking gemasnya dengan dia kami sering main jambak-jambakan hehe. 

To be honest, saya adalah anak yang sangat-sangat malas ketika kelas dua SMA. Dan mungkin Tuhan selalu tahu yang terbaik bagi hambanya hingga Ia mengirmkan si Cipluk ini menjadi teman duduk saya. Sebenarnya saya dan Cipluk sudah sekelas dari kelas satu (bahkan sampai kelas tiga!) tapi karena berbeda pergaulan makanya saya belum terlalu akrab dengan dia ketika kelas satu. Okay, ketika naik kelas pun sebenarnya saya agak terpaksa duduk sebangku dengan dia. Maklum, kami tidak akrab, tapi siapa sangka dia adalah anak yang sangat baik (dan rela menolong a.k.a ditodong oleh saya haha)

Singkat cerita, ketika kelas dua itu saya jarang menulis catatan. Untuk setiap mata pelajaran! Dan untungnya Cipluk dengan kebaikan hatinya selalu menuliskan catatan untuk saya, sementara saya malah menguasai hp nya dengan berfoto-foto atau kabur keluar kelas bersama teman-teman saya. Kedengarannya memang saya jahat ya? Tapi sebenarnya kami ini team, walaupun kebanyakan dia yang gak enaknya hahaha. 

Hingga akhirnya ujian demi ujian berlalu dan kami naik kelas. Sayangnya ketika naik kelas tiga kami tidak setempat duduk. Yah...sayang sekali. Tetapi di depan tempat duduk saya masih ada teman bernama Ita yang juga sama malaikatnya dengan Cipluk (re: rela menuliskan catatan saya ;'p). 

Everyone has their own high school drama. Begitu pula dengan saya. Kelas tiga SMA adalah masa yang paling tidak bisa saya lupakan. Segala bentuk drama yang lebay, nda penting, dan sebenarnya tidak perlu terjadi..semua saya alami. Pertengkaran dengan teman yang sehati, sampai perpecahan geng. LOL!. 

Sebagai tahun terakhir, sebagian teman-teman saya ingin membuat acara yang dapat dikenang, tetapi entah mengapa malah menimbulkan percekcokan...dan yang lucunya sampai Cipluk terbawa-bawa dan digosipi sebagai pengkhianat. Benar-benar gosip yang tidak masuk akal! HAHA!

Tetapi ya namanya saja usia remaja, it's all because of hormones ;p

Walaupun agak lama, dan agak silly sih dua kubu yang tadinya bertengkar kembali berbaikan dan kami melewati masa-masa akhir SMA dengan damai. HAHA!

Hari ini saya bertemu lagi dengan Cipluk, walaupun kondisi saya kurang fit saya rela menembus debu dan terpaan sinar matahari Jakarta demi menemui Cipluk. Dan...ahhh saya jadi throwback lagi kemasa-masa konyol kami bersama! Rasanya waktu memang cepat berlalu. Kami bertumbuh dewasa dan punya teman-teman baru. Bahkan punya kenangan-kenangan lain yang bertumpuk di ingatan. 

Tetapi satu yang pasti, saya tidak pernah menyesal duduk sebangku dengan Cipluk :)
Cipluk yang saya peluk, saya? tentunya yang ditengah :D

Bertemu lagi :)

"so i'm gonna love you, like i'm gonna lose you.. wherever we're standing, i won't take you for granted.. cause we'll never know when we'll run out of time"

p.s : i always can't help my self not to laugh when i'm with you. please stay humble, stay kind, and always be my Cipluk :)



Berteman Dengan Diri Sendiri

17 Sep 2015

Assalamualaikum, aloha selamat hari kamis teman-teman yang manis! How's your day? I hope spent really well. 

Oh ya, hari selasa kemarin adalah hari pertama saya menjadi asisten untuk mata kuliah riset. Rasanya? Dag dig dug serrrr~ Agak lebay sih, tapi saya sangat senang! Ini rasanya seperti langkah awal untuk menuju masa depan yang lebih ceria hehe. 

Karena kemarin ngajarnya di kampus S1 jadi mahasiswanya masih bisa dikatakan dede-dede gemesh ya? hehe. Ketika masuk di kampus tersebut, saya jadi flashback ke jaman-jaman kuliah. Rasanya sangat berbeda, iya sih pasti akan berbeda. Mulai dari atmosfir hingga ke budaya kampus yang sangat-sangat berbeda dengan kampus Unhas (yang walaupun saya masih sedikit kzl dengan kampus tersebut tapi tetap saja saya bersyukur karena pernah berkuliah disana). Melihat mahasiswa-mahasiswa yang asik berkumpul dengan teman-temannya membuat saya sangat-sangat merindukan teman-teman saya (dear Endhyto, Nunce, Diah, Tri, Vivi, Pisang, Denny, Erwin, Adnan, Abang, Ayyal, Acos dan Great yakinlah walaupun kalian menyebalkan tapi ngangenin!)

Oke kembali throwback ke masa kuliah yang unyu-unyu. Dulu saya tidak pernah mau kemana-mana sendirian. Apalagi kalau ke kampus. Bayangkan kamu ke kampus dan tidak ada teman yang menemani, buat saya rasanya itu like hell. Tapi ternyata hari ini saya menyadari kalau tidak bisa selamanya kita bergantung kepada orang lain terutama untuk teman sih. 

Hal lain yang membuat saya sadar kalau kita harus tegar untuk berdikari adalah ketika selepas ngajar saya ke sebuah rumah makan cepat saji dekat kampus untuk makan. Di sana saya melihat lagi sekelompok dede-dede gemesh yang sedang kerja kelompok. Duh, saya jadi ingat, saya dan teman-teman saya sering mengerjakan tugas di Mcd. But time flies and friends got their own business. 

I look at my self and thinking. Sekarang apa-apa saya kerjakan sendiri. Kerja tugas sendirian, makan juga kadang sendirian, ngurus ini itu sendirian. Tentu saya punya teman, tapi untuk beberapa waktu satu-satunya teman yang bisa menemani setiap kegiatan kita adalah diri sendiri.

Agak silly sih kedengarannya, tapi saya harus berteman baik dengan diri saya sendiri. Bayangkan kalau saya dan diri saya bermusuhan (walaupun kayaknya tidak mungkin ya). Kalau kata kak Sabda semalam, "kita bisa punya banyak teman, tapi kadang kita juga harus menyediakan waktu untuk diri sendiri". Saya tidak sedih sih karena harus melakukan segalanya sendirian, saya hanya rindu saja kepada teman-teman saya *hiks*



Gitu aja sih, udah dulu ya. Nanti kita ngobrol-ngobrol lagi. Adios amigos!

Jendela Johari Dalam Riley "Inside Out"

6 Sep 2015

Assalamualaikum, halo apa kabar semua? Saya harap sih baik saja and i wish whoever just read my blog have a great saturday night ((because i don't really think my saturday night went well)). 

Tapi bukan itu sih yang mau saya bahas kali ini. Sebenarnya yang mau saya bahas dalam postingan kali ini adalah tentang film Inside Out. Well, walaupun film itu masuk dalam kategori animasi dan cocoknya memang ditonton sama anak usia remaja, tapi saya dan teman-teman saya tetap menontonnya dengan semangat (we all know that age is only the matter of number, right? :p)

image via google

Okay, back to the topic. Film Inside Out ini menceritakan tentang seorang anak perempuan yang bernama Riley. Riley adalah anak yang ceria, dan mempunyai hidup yang menyenangkan. Ia punya sahabat, dan keluarga yang sangat menyayanginya. Tetapi semua itu berubah ketika negara api menyerang (okay, lelucon "ketika negara api menyerang" memang sudah so yesterday sih tapi tetap saja itu lucu *at least for me hehehe). Tetapi ternyata kehidupan Riley berubah ketika ia harus pindah ke kota yang lebih besar karena ayahnya dipindah tugaskan. 

Sejak Riley dilahirkan ia tidak sendirian, tetapi ia bersama lima makhluk kecil yang berada di didalam kepalanya. Lima makhluk kecil tersebut adalah Joy, Sadness, Anger, Disgust, dan Fear. Yep, bila diterjemahkan secara ilmiah kelima makhluk tersebut adalah emosi yang ada di dalam setiap individu (bukan hanya Riley yang memilikinya, tetapi semua karakter dalam film ini juga memiliki emosi mereka tersendiri)

Singkat cerita, bukan hanya Riley yang harus membiasakan diri dengan keadaan di lingkungan baru. Tetapi juga emosi yang ada didalam dirinya harus membiasakan diri juga. Dan sayangnya karena emosi yang tidak seimbang menyebabkan Riley melakukan hal-hal yang tidak biasanya ia lakukan. Bahkan ada satu adegan di dalam film ini yang memperlihatkan sikap yang tidak biasanya orang tua Riley lihat pada diri Riley sebelumnya.

Tentu kisah Riley dalam film ini berakhir bahagia dengan membawa Riley dan keluarganya mengungkapkan perasaannya satu sama lain. Sebenarnya setelah menonton film ini membawa ingatan saya kembali pada salah satu teori komunikasi yang pernah dipelajari di kelas Bu Jeny (Komunikasi Antar Pribadi). 

Dalam ilmu Komunikasi dikenal adanya teori yang membahas mengenai konsep diri. Salah satu teori mengenai konsep diri yang paling terkenal ialah dari Johari Window. Dalam teorinya, Johari Window membagi menjadi empat bagian sebagai berikut :

image via google


Melalui teorinya, Johari Window telah menjelaskan kepada kita bahwa ada bagian-bagian dalam diri yang bahkan kita sendiri tidak dapat mengetahuinya tetapi orang lain mengetahuinya dan seterusnya. 

Konsep diri ini menurut saya sangat berpengaruh terhadap bagaimana kita mengontrol emosi kita dan juga bagaimana kita melakukan komunikasi kepada orang-orang disekitar kita. Pada paragraf sebelumnya saya sudah mengatakan bahwa dalam akhir film Inside Out ini berakhir bahagia, karena Riley akhirnya bisa mengungkapkan perasaannya kepada kedua orang tuanya. Masih berhubungan dengan teori dari Johari Window yang akhirnya membawa pemikirannya kepada konsep self disclosure atau pengungkapan informasi mengenai diri kepada orang-orang disekitar kita. 

Dengan melakukan self disclosure artinya kita telah membiarkan orang lain memasuki bagian-bagian atau jendela-jendela (seperti yang dibagi oleh Johari Window) yang ada didalam diri kita. Self disclosure ini dapat kita sebut sebagai curhat (semua orang pernah curhat kan?). Sadar ataupun tidak, ketika kita melakukan curhat maka kita membagi informasi mengenai pikiran, emosi, dan juga keinginan bahkan ketakutan yang ada di didalam diri kita kepada orang lain. Tentu moment self disclosure ini biasanya dilakukan hanya oleh dua orang atau tiga orang. Karena sesuai dengan konsep awal, self disclosure masih masuk dalam kategori komunikasi antar pribadi dimana pesertanya tidak lebih dari tiga orang.

Well, Riley dalam film ini memang berhasil melakukan self disclosure dengan kedua orang tuanya. Tetapi sayangnya tidak semua orang bisa melakukan hal tersebut. Kenapa? Karena kembali lagi hal tersebut tergantung bagaimana kita mengenal diri kita dan jendela-jendela yang ada di didalam diri kita. 

Postingan kali ini lumayan serius ya? Yah, lumayanlah untuk me-refresh  kembali ingatan mengenai pelajaran kuliah (walaupun yang paling saya rindukan semasa kuliah adalah ngumpul bareng teman-teman sih hehe)

Sekian dulu ya postingan saya kali ini. Kalau misalnya ada yang salah dengan alur berpikir saya mengenai film Inside Out dan kaitannya dengan Johari Window, please let me know.

Oh iya,  bagi kalian yang belum nonton film ini coba deh kalian cari dvd nya atau cari di situs nonton film online. Karena film ini bagus maka saya menyarankan kalian juga ikutan nonton. Atau liat aja dulu traillernya di sini 


Good night!
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS