Thank's God
Bermain-main Dengan Cinta
Apa hal pertama yang terlintas di kepala kalian bila mendengar kalimat "bermain-main dengan cinta" ?
Mungkin kalian akan berpikir ke arah yang negatif dan tidak serius. Tapi yang kali ini di maksudkan oleh kalimat tersebut ialah judul dari sebuah buku karya Bagus Takwin.
Awalnya saya mengira buku ini seperti buku-buku percintaan lainnya. Tetapi sebenarnya tidak. Kurang lebih 12 judul cerita di dalamnya mampu untuk menggambarkan bagaimana cinta itu. Yah, walaupun jujur, sampai saat ini saya juga masih kurang memahami cinta.
Dan mengapa kata "bermain-main" yang dipilih oleh beliau?. Berdasarkan pra-baca dari penerbit yang mengatakan bahwa mungkin si penulis ingin menunjukkan, karena sebenarnya cinta merupakan bagian dalam diri setiap manusia, ia hanya perlu dirangsang agar hadir setiap kali seseorang merasa kehilangan.
Berikut akan saya ketikkan beberapa kalimat dari tulisan yang berjudul bermain-main dengan cinta ;
" Aku tetap susah mengubah kata-kataku bahwa aku bermain-main dengan cinta karena itu memang keluar dari keseluruhan diriku.
Tapi yang kuharap agar kamu mengerti adalah keseluruhan hidupku main-main.
Kalau aku bermain denganmu berarti keseluruhan hidupku bermain denganmu.
Apa itu kurang serius?Aku selalu ingin bermain denganmu, seluruh hidupku bermain denganmu, mengalir denganmu."
Nah teman-teman sekalian, saya rasa buku ini cukup menarik untuk di baca. Toh tidak ada yang akan dirugikan dengan membaca.
Selamat membaca teman, semoga bermanfaat :)
P.S : Special thank's to kak himas for suggest me this book :)
22 Jul 2011
Ini tentang bapak saya dan ayam ketawanya. Pada suatu hari,berbulan-bulan yang lalu, bapak pulang dari main tenis. Ini merupakan kegiatan yang rutin bapak lakukan setiap hari selasa dan kamis.
Hari itu bapak pulang dengan wajah yang sumringah dan bahagia. Walaupun bapak memang sering memasang mimik seperti itu, tapi nampaknya kali ini ada yang berbeda. Tapi kali ini bapak pulang dengan membawa kantongan plastik warna hitam. Kantongan itu bergerak-gerak.
Dan tadaaaa, bapak dengan senangnya memperlihatkan isi kantongan itu. Ternyata oh ternyata isi kantongan itu ialah sepasang anak ayam. Sepasang anak ayam! Sepasang anak ayam !
Kenapa saya mesti heboh? Saya sendiri tidak tahu kenapa. hihi
Tapi yang pasti bapak sangat senang punya sepasang anak ayam itu. Konon itu adalah ayam ketawa.
Tapi waktu itu saya belum percaya, masa iya ayam sekecil itu bisa mengeluarkan suara tertawa seperti yang saya lihat di tv.
Bapak tetap bersikeras kalau itu ayam ketawa. Maka jadilah bapak dengan penuh keuletan, kesabaran, dan kasih sayang, merawat sepasang anak ayam itu.
Hari demi hari bapak lewati bersama sepasang anak ayam itu. Bahkan ketika bapak harus ke luar kota, ia hanya meninggalkan pesan bahwa kami anak-anaknya harus menjaga anak ayam itu dengan baik.
Selama bapak di luar kota, bapak jadi rajin menelepon, bapak jadi rajin menanyakan kabar... anak ayamnya.
Begitulah, bapak benar-benar menyayangi anak ayamnya.
Semakin hari, anak ayam bapak sudah mulai berkembang menjadi ayam remaja. Ini dapat di liat dari ukuran bodi ayam itu.
Tapi masih ada yang mengganjal pikiranku. Mana suaranya ayam ini???? Sekalipun saya belum pernah mendengarnya berkokok.
Penasaran, saya pun mempertanyakan keaslian ayam ini ke bapak.
"Pak, saya kira itu ayam ta' ayam ketawa? Kenapa pade,nda pernah pi saya dengar ki ketawa?"
"Iya memang ayam ketawa itu,tapi bagaimana dia mau ketawa kalo kau saja jarang ketawa" ,jawab bapak seenaknya -___-
Saya masih tetap mempertanyakan keaslian ayamnya bapak,hingga suatu pagi saya terbangun karena suara kokokan ayam. Tapi kali ini kokokkannya beda. Seperti kokokkan plus suara tawa.
Kaget, saya langsung bangun. Dan ternyataaaaaaa, ayamnya bapak yang mengeluarkan suara itu! ayamnya bapak!
Secara refleks saya ikut tertawa terbahak-bahak. Ternyata ayamnya bapak benar-benar asli ayam ketawa.
Tapi suara ketawanya aneh, seperti mengejek -__-
Tapi bapak tetap sayang ayam ketawanya. Semoga saja suara ketawa ayamnya bapak bisa tidak terdengar seperti ngejek lagi. Amin
![]() |
| Bapak nampak bahagia berfoto bersama ayam ketawanya, ayam yang satunya lagi sedang ngambek dalam kandangnya |
21 Jul 2011
Saya sering mendengar kalimat seperti ini, " Banyak anak, banyak rejeki ". Lalu kemudian saya berpikir, mungkin untuk saat ini kalimat itu belum saya rasakan efeknya.
Jadi saya berpikir lagi, mungkin kalimat tersebut hanya membutuhkan pengubahan kata di dalamnya agar dapat mengena ke saya untuk saat ini.
Lanjutlah saya berpikir, apa sih yang paling dengan kita selain anak?. Beberapa menit kemudian kata Teman terlintas di pikiran saya.
Benar juga sih. Teman itu yang paling dekat dengan kehidupan kita selain anak dan keluarga. Kita pasti mempunyai teman, baik itu di dunia nyata maupun di dunia maya ( seperti di jejaring sosial, layaknya facebook, twitter, plurk, blogger, dan lain sebagainya )
Saya rasa kita sudah bisa mengambil contohnya dalam kehidupan nyata kita sehari-hari. Seperti saya misalnya, saya ini termasuk yang paling sering kekurangan, baik itu materi maupun non materi (kasihan juga yah :p ) nah di saat saya benar-benar "kurang" maka teman-teman saya dengan suka cita membantu saya. Saya rasa itu hanyalah segelintir contoh kecil dari banyaknya rejeki yang dapat kita peroleh apabila kita mempunyai banyak teman.
![]() |
| Banyak teman,banyak rejeki |
Nah, jadi teman-teman, janganlah malu untuk menambah teman, karena yakinlah Banyak Teman, Banyak Rejeki :D
Hal yang menyenangkan
Saya selalu suka mengunyah es batu. Ini hal yang menyenangkan. Walaupun banyak orang yang mempertanyakan mengapa saya suka mengunyah es batu dan bukan yang lain.
Jawabannya simpel saja, karena es batu itu menyenangkan. Dia selalu bisa membuat saya tenang dalam kondisi apapun. Kalau saya marah terus langsung mengunyah es batu, rasanya saya jadi tenang. Kalau saya lagi kesepian terus saya mengunyah es batu, rasanya jadi ramai.
Setiap pagi hal yang pertama saya lakukan ialah membuka freezer dan mengambil es batu. Pokoknya dalam sehari saya tidak pernah lepas dari es batu.
Orang tua saya selalu marah karena kebiasaan saya ini. Tapi yah, namanya sj hobi, jadi susah di hilangkan.
Es batu, aku padamu lah :D
Langganan:
Postingan (Atom)








