“So we grew together like to a double cherry, seeming parted, but yet an union in partition, two lovely berries molded on one stem.” - William Shakespeare, A Midsummer Night's Dream.
5 Des 2012
![]() |
| "life offers you a second chance. It's called tomorrow"-anonymous |
Teruntuk kalian yang tengah terluka hatinya...
Yakinlah bahwa tidak ada yang sia-sia dalam hidup ini. Untuk setiap detik yang berhasil kau lalui. Walau ada rintik tangis didalamnya. Ketahuilah bahwa ini bukan kesalahan. Dan atas segala kebenaran yang kau temukan, akan membawamu pada jalan kebahagiaan. Benar bila tidaklah mudah untuk bangkit dari keterpurukan. Karena maaf belum bisa kau beri. Bahkan untuk dirimu.
Teruntuk kalian yang tengah terluka hatinya...
Tidak ada yang perlu disembunyikan dari matamu. Jangan pernah malu untuk mengakui bahwa kau tertampar pada kenyataan. Pada mimpi-mimpi yang susah payah kau bangun dan hancur sekejap. Pada keteguhan dalam menjalani apa yang kau sebut sebagai perwujudan rasa terkuatmu. Sekali lagi, tidak perlu malu untuk mengabarkan dunia bilamana badai sakit hati menyerangmu. Bilamana derasnya tangis selalu menemani tidur malam mu. Bilamana kebencian memelukmu dengan erat disetiap pagi. Untuknya, yang kau beri rasa terkuatmu sejauh ini.
Teruntuk kalian yang tengah terluka hatinya...sama halnya denganku...
Kusuratkan tulisan ini padamu. Untuk kita. Yang sedang memakai topeng terbaik untuk melawan birunya hari. Untuk menyamarkan kelebaman hati. Hentikan nada-nada sakit hati yang selalu kau latunkan itu. Cukupkanlah tetesan kesedihan menggelayuti ujung matamu. Hentikanlah caci maki yang kau serukan kepada dia yang memberimu rasa terberat ini.
Karena kita tahu, kita hanya mencintai orang yang salah. Maka berhentilah menyalahkan cinta. Karena rasa terkuatmu itu hanya terjadi karena kau mencinta tanpa mata yang terbuka lebar. Ini bukan tragedi melainkan pelajaran terbaik yang kau dapatkan. Lihatlah, betapa Tuhan menyayangimu. Kau memang tidak akan pernah bisa berdiri diatas kakimu sendiri selamanya, maka itu Yang Terkasih menciptakanmu bersama mereka yang mencintaimu tanpa pamrih, tanpa janji, tanpa batas, yang selalu bisa menopangmu saat kau hampir tersungkur.
Yakinlah pesona yang ia tampilkan selama ini ialah hanya salah satu dari pesona semesta yang belum kau temukan. Lapangkanlah hatimu, karena akan banyak cerita dan kebahagiaan lain yang akan mendarat disana.
Bilamana kau belum siap, maka menangislah. Menangislah sampai tidak ada lagi air mata untuk dikeluarkan. Menangislah sampai kau sadar bahwa yang kau tangisi sama sekali tidak pantas untuk ditangisi. Menangislah sampai kau sadar bahwa inilah saatnya untuk bangkit.
Teruntuk kalian yang tengah terluka hatinya...
Ini bukan seberapa dalam kau terperosok. Tapi seberapa kuat kau menjejakkan kakimu lagi di bumi ini. Berpura-puralah kuat, hingga kau lupa bahwa kau tengah berpura-pura.
Apa yang telah dia akhiri bukanlah suatu kekalahan bagi kita. Karena ini bukan peperangan rasa. Melainkan kemerdekaan diri. Tak akan ada lagi tangis yang perlu kau keluarkan. Tak ada lagi tekanan batin yang harus kau redam. Karena hari baru telah menanti. Maka sambutlah dengan hati yang ikhlas.
Teruntuk kalian yang tengah terluka hatinya...
Ingatlah bahwa kalian adalah tulang rusuk dari seseorang. Suatu hari nanti, ia akan datang untuk mengambilnya. Tentunya tanpa rasa sakit.
"everything happens for a reason. stay strong and rembember that after a hurricane comes a rainbow" - AZH
Teruntuk kalian yang telah dengan sukses melukai suatu hati....
Selamat menempuh hidup baru. Doa dari hati yang terluka selalu menyertaimu. Berbahagialah atas segala yang kalian janjikan tapi tak pernah kalian wujudkan. Tapi, ingatkah kalian bahwa kita akan selalu menuai dari apa yang kita tabur?
6 Nov 2012
![]() |
| via tumblr |
Berdetak dua belas kali lalu mati. Rindunya bertabrakan dengan hati yang suri.
Kamu tahu tak ada yang tak mungkin. Namun sering melupakan, bahwa waktu mungkin saja memberi penawar racun.
Hari ini kamu terjatuh dan berdarah. Kemudian bersimbah air mata sebelum akhirnya pulas dalam mimpi.
Walau sakit namun terus dijalani. Karena sesungguhnya bukan jatuh yang menyebabkan luka. Melainkan selipan kenangan dan harapan.
Jadi, bersabarlah. Karena mengalah bukan berarti kalah.
p.s : diketik kemarin sambil berbaring, dengan hati yang berkeping. hari ini menyadari, menjadi egois bukan jalan yang baik. #IP
2 Nov 2012
![]() |
| via tumblr |
Jadi kita bertemu lagi malam ini. Setelah hujan mengguyur november kali kedua. Jadi kita berbincang lagi malam ini. Tentang apa yang seharusnya dibicarakan. Tentang apa yang seharusnya didengarkan. Tak banyak yang kita tukar. Pula rindu yang tertakar. Tidak keduanya.
Lalu kita memulai. Untuk meluruskan benang kusut yang mengusik. Apakah aku atau kamu, tidaklah penting. Karena apa yang lebih berharga dari kita?
Kita mulai bertukar kata, tidak lagi dengan awalan juga tanpa akhiran. Menyadari ada yang tidak kamu miliki dan belum aku sadari bukanlah hal yang mudah. Selamanya tidak pernah menjadi semudah membalikkan telapak tangan atau seperti melanjutkan bacaan yang tertinggal sebelumnya.
Ada yang hilang, katamu. Tidak padaku juga pada kita. Tanpa penjabaran atau uraian, karena katamu itu bukanlah hal yang perlu dilakukan. Mungkin juga karena bila pun ku ketahui tidak akan kumengerti.
Tidak lagi aku berusaha untuk bersembunyi. Bermain dengan ketakutan yang tidak pernah akan terjadi. Karena kita telah menanam di taman ini. Setiap harinya kita pupuk dengan segala rasa. Menyiraminya dengan berbagai bahasa.
Awalnya, tanaman yang kita tanam disana kesepian. Dan sepengetahuanku masih seperti itu saat ini. Bahkan hujan yang selalu ditunggunya tak mampu menenangkannya. Ia tumbuh dan mulai tak terarah. Karena kita mulai bimbang. Tentang apa yang seharusnya kita beri? Atau mungkin sejauh ini kita terlalu sering menerima?
Bagaimana mungkin kita lupa akan apa yang sebelumnya kita miliki. Tercecerkah atau sengaja dilupakan? Tidak lantas kita menyerah, maka jangan pernah memberi pilihan.
Jadi kita telah berbicara tentang apa yang harus dibicarakan. Juga tentang apa yang harus didengarkan, jauh jauh sebelum kita menjauh.
Dengan sedikit gontai aku pulang. Tidak dalam keadaan utuh. Karena pagarnya masih kamu tutup dengan sangat rapat. Berjalanlah kamu, pelan-pelan saja. Jangan lupa untuk menunduk dan menengok kebelakang. Ada jejak hati yang mungkin saja terinjak atau tak sengaja tertendang.
Aku sedang berpelukan erat dengan waktu disini, mencoba menguatkan kaki untuk terus berpijak di bumi tanpa perlu melangit. Kubagi pelukannya untukmu, tidaklah perlu kenangan dan harapan terikut. Pun dengan janji. Carilah apa yang kamu rasa hilang. Karena aku tahu, segala yang kamu butuhkan ialah waktu.
Lalu jangan khawatirkan taman kita. Selamanya akan menjadi kita. Hujan masih mengguyur, pelangi telah menanti. Berjalanlah, dan jangan lupa untuk pulang. Ada yang menunggumu membuka pagar. Agar aku dan kamu kembali menjadi kita.
Berjalanlah...
" I'll never know how the future will go. I don't know what to tell you, I'm not a fortune teller. I'll never change, but I want you to stay, ay"
p.s : i do believe that true love wait, dan jangan lupa menitikan air mata karena ini puisi patah hati
Langganan:
Postingan (Atom)



