A love letter :)

20 Feb 2012

Halo ay, apakabar?

Mungkin kau heran mengapa aku menyakan kabarmu padahal aku tahu kau tidak sedang baik-baik saja. Aku tahu belakangan ini banyak hal yang membuat kepalamu itu mumet dan membuatmu semakin cepat marah. Karenanya ay, relaks lah sejenak. Kau terlalu penat.

Ay, kau ingat tidak hari ini hari apa? Kalau kau menjawab ini hari senin itu memang benar, tetapi bukan itu maksudku. Ah, aku tahu kau pasti ingat ini hari apa. Tetapi mengapa kau bersikap biasa saja, ay? Tidakkah ini membuatmu bersemangat? Ataukah kau masih tenggelam dalam kelelahanmu?

Bila iya, maka biar aku saja yang menyemangatimu. Tapi karena kau tidak suka aku berjoget konyol, maka mari kita bercerita tentang 365 hari yang lalu. Setuju?

Ingat tidak ay?  dulu kita tidak sedekat ini. Aku bahkan tidak begitu peduli akanmu. Tapi kau tidak. Boleh aku berbesar kepala sekarang?  Hehe :)

Kau pasti ingat ay,saat aku meminta tanda tanganmu untuk yang kedua kalinya di koridor sore itu. Kau tertawa tetapi tetap kau tanda tangani bukuku. Kau bukan artis,ay, makanya aku bisa melupakan bahwa aku telah meminta tanda tanganmu sebelumnya. Tidak ada kicauan burung atau senandung lagu cinta waktu itu. Aku belum jatuh.

Lama sekali setelahnya, kita masih begini saja. Datar. Biasa saja.

Anggap saja kita ini jalanan yang  terpisah, kita membutuhkan jembatan untuk menyatukan kita. Dan jrengggg, hadirlah jembatan itu.

Entahlah, kau memang pintar. Aku mengakui itu dari kuliah tambahan yang kau berikan pada tiap malam hingga menjelang subuh. Ingat tidak ay kalau kau menyarankanku untuk rajin membaca? Aku menuruti saranmu loh. Bukan buku filsafat seperti yang kau baca,atau buku cara membuat film dokumenter. Hanya buku sastra ay, berisi puisi-puisi.

Aku suka sekali saat kau akhirnya memberanikan diri ay. Rasanya itu seperti lulus ujian matematika. Bahkan sensasinya lebih dari itu!

Ay, aku buatkan puisi untuk kita. Agak konyol sih, tapi ini usahaku. Untuk 365 hari yang telah kita lalui, kau baca dan pahami yah ay

aku tidak pernah suka jatuh
karena aku tahu rasanya akan sakit
tetapi kau hadir dan menjadi pengecualian
kau menyediakan banyak pembenaran akan jatuh
kau bilang aku tidak suka jatuh karena aku belum mengenal cinta
kuakui itu benar
lalu kau mengajakku berlari
berlari dan terus berlari
hingga aku terjatuh
dan kau menangkapku dengan sigap
tidak membiarkanku jatuh dan terluka
kau bilang itulah cinta
hangat dan aman
aku suka jatuh sekarang
tetapi hanya padamu
aku suka jatuh dalam cintamu
hangat dan aman

bagaimana ay? Kau suka? Aku harap iya.

Aku tidak pandai menggombal ay,kurasa kau juga begitu. Jadi tidak apa bila tak ada kado untuk hari ini. 

Aku dan kau masih menjadi kita saja aku sudah luar biasa bahagia, ini cukup ay.

Terimakasih untuk 365 hari yang penuh dengan warna. Kau tahu dari segala amarah, tawa, canda, dan ketidakperdulian dalam hubungan ini telah berubah menjadi pelangi untuk hari-hari kita. Terimakasih ay untuk 365 hari ini. 

Aku mencintaimu dengan sungguh. 

Aku tahu kau juga begitu.

You and me together nothing gets better

p.s : aku suka 20 kita ay, karena sepuluh itu jemariku yang menggandengmu dan sepuluh yang lainnya jemarimu yang menopangmu. Kita berkecukupan. best wishes for us, longlast. Amin amin amin 

Hari Merah Muda

14 Feb 2012

Selamat hari merah muda, sayang. Kuucapkan setulus hatiku untukmu.
Hari ini bagi sebagian besar orang dihabiskan dengan saling menukar kado, saling bertukar kalimat cinta. 

Kita tidak melakukan apa yang mereka lakukan.
Lalu haruskah aku ragu akan cintamu?
Tidak, sayang.

Aku sudah sangat bersyukur karena masih memilikimu.
Dan kita masih bersama.
Tidakkah itu sudah lebih dari cukup?

Tak perlu ada bunga merah muda atau puisi, sayang.
Kita cukup berpelukan lewat udara sore ini. 

Hatiku sudah cukup merah muda karenamu.

Wajah Sebuah .....

Judul buku ini sebenarnya bukan sampai kata sebuah saja, ada lanjutannya. Yaitu alat organ vital perempuan. 

Don't judge a book by it's cover sangat berlaku buat buku ini bagi saya. Karena walaupun judulnya agak vulgar tapi isinya tidak. Buku karangan Naning Pranoto ini berkisah mengenai Mira, perempuan jawa yang disiksa oleh lelaki belanda. 

Awal ceritanya Mira ini hanya membantu suaminya berjualan bir. Dan salah satu tugasnya ialah mengantarkan bir kepada Mulder, lelaki asal belanda yang mengaku sebagai pemilik perusahaan tambang. Kamudian Mulder menggoda Mira, oh iya Mira ini nama aslinya Sumira tapi dia ubah karena setelah termakan oleh rayuannya si Mulder ini. Mira meninggalkan suaminya yang hanya seorang supir taxi. Kehidupan Mira setelah berubah drastis sejak hidup bersama Mulder. Ia langsung menjadi perempuan yang elit. Tapi segala kemewahan yang dirasakan Mira tidak bertahan lama. Sifat asli Mulder pun terungkap dan ia dengan tega menjual Mira kepada teman-temannya setelah disiksa terlebih dahulu.

Lalu Mulder membawa Mira ke bumi Afrika, tempat dimana ia mengiming-imingi Mira dengan emas dan perhisaan. Tetapi malang nasib Mira, ia malah lebih disiksa di negeri ini. Ia dikubur hidup-hidup oleh Mulder. Untungnya ada warga lokal disana yang menemukannya dan merawatnya.

Kisah derita Mira diakhiri dengan ditangkapnya Mulder oleh kepolisian setempat. Namun sayangnya Mira juga harus mengakhiri hidupnya saat itu juga.

Alur kisah ini cukup menarik walaupun ada beberapa dialog yang kurang saya pahami karena bahasa yang digunakan dalam cerita ini campuran antara bahasa belanda,jawa,dan afrika itu sendiri.

Overall, buku ini benar-benar layak untuk dibaca :)

Pilihan. Memilih. Terpilih

9 Feb 2012

Tentang pilihan kawan, tidak akan pernah menjadi sesuatu hal yang mudah.
Tidak semudah mencampurkan putih dan merah kemudian dengan sedikit adukan mereka menjadi warna baru.
Tidak juga akan menjadi begitu sulit.
Tidak sesulit melafalkan kalimat apa saja dalam bahasa yang benar-benar asing bagi lidah dan bibir.

Pun memilih juga tidak begitu berbeda.

Layaknya seorang petualang yang tengah dihadapkan pada dua jalur yang berbeda.

Menjadi terpilih juga tidaklah sebegitu menyenangkannya.

Bagai lansia yang terjebak dan pesta kembang api.

Maksudku kawan, mereka tidak akan pernah menjadi mudah untukku ataupun untukmu.


Hidup kita dikelilingi oleh banyak pilihan.

Mereka layaknya lingkaran yang tak ada habisnya.
Tidak berakhir hanya dengan dua atau tiga saja.

Lalu setelah kita menghabiskan banyak detik dalam hidup, kita akhirnya memutuskan untuk memilih.

Kita memilih pilihan mana untuk kita nikmati. Lalu mengabaikan pilihan-pilihan yang lain.
Apakah setelah memilih itu kau akan tenang?
Entahlah kawan.

Kita; aku dan kamu akhirnya tersadar.

Setelah pilihan dan setelah memilih, kita memiliki apa yang telah terpilih.
Entah itu kita dapatkan dengan peluh ataukah dengan senyum.

Aku hanya ingin memberimu sedikit nasihat. Berdetik-detik dalam hidup yang telah kita jalani dengan bermacam pilihan, juga dengan keberanian untuk memilih, maka jangan pernah kau sia-siakan apa yang telah terpilih. Karena waktu terus berlari, tanpa pernah menghiraukan kita; aku dan kamu.




"Aku mungkin pilihan yang kesekian dalam hidupmu, tetapi kau telah memilih untuk mengabaikan pilihan-pilihan yang lainnya untukku. Wajar saja aku kau sebut sebagai yang terpilih. Karena aku memang yang Ter-untukmu"

Black Interview (Jakarta, 100 tahun kemudian)

Buku ini ditulis oleh seorang pria bernama Andre Syahreza. Buku yang bercover hitam ini bukan berisi cerpen, walaupun memang semua cerita di dalamnya pendek-pendek.

Dalam buku ini penulis membagi tulisannya dalam enam chapter yang dimana tiap chapternya memiliki alur yang berbeda-beda. Penulisnya mengangkat Jakarta sebagai 'tokoh utama' dalam setiap ceritanya. Sesuai dengan taglinenya Jakarta 100 tahun kemudian ;alur-alur dalam ceritanya berkisar pada kehidupan penduduk di Jakarta.
Gaya penulisan dalam buku ini cukup menarik dan bahasa yang digunakan juga santai saja dan tidak memerlukan waktu yang lama untuk dicerna. Dalam setiap cerita dalam buku ini pasti ada cuplikan wawancara, dan inilah menurut saya bagian yang paling menarik. Selain karena ini membuat buku ini menjadi berbeda, setiap akhir dari wawancara juga mengundang tawa atau paling tidak senyum dari saya.

Kehidupan Jakarta dalam buku ini sangat imajinatif, karena banyak hal yang tabuh dan tidak biasa malah menjadi tren dalam kehidupan pada masa itu, atau juga malah sebaliknya.
Penasaran? Silahkan baca sendiri bukunya, dijamin terhibur :))
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS