another galau sentences. yes i am...

21 Mei 2012

hello fellas, how's life? i wish you all have a really good day.

honestly, saya sedang ingin curhat. iya curhat. mengeluarkan segala unek-unek yang ada di hati ini kepada kalian yang sudi mampir dan membaca postingan kali ini.

hati saya sedang kacau. ia meracau. saya saja yang memilikinya bingung kenapa bisa hati meracau padahal ia tidak punya mulut. kenapa juga hati bisa kacau padahal tidak ada angin yang bisa tembus kedalamnya lalu memporak-porandakannya. saya bingung.

hati saya sedang sakit. tidak, hati saya tidak sedang demam karena tidak mungkin juga hati saya bisa terkena flu. apalagi terkena tipes, itu sangat tidak mungkin.

hati saya sedang tidak baik-baik saja dan itu sangat berdampak ke dalam setiap gerak tubuh saya. agak berlebihan mungkin, tapi ini memang kenyataannya. saya jadi sering tidak konsentrasi karena hati saya tidak fokus. lucu juga sih kalau dipikir, kok bisa gitu yah saya jadi tidak konsen, padahal untuk fokus kita butuh mata. lalu lanjut lagi saya jadi sering marah-marah tidak jelas. sering tiba-tiba nangis tidak jelas. untungnya saya tidak tiba-tiba kejang-kejang lalu keluar busa dari mulut. bila itu terjadi, jelaslah bukan hati saya yang sedang bermasalah.

oh well, berdasarkan hasil pengamatan abal-abal saya dan beberapa tes yang saya lakukan, saya termasuk dalam golongan melankolis sanguin. jadi saya ini anaknya perasa dan juga humoris. makanya wajar sajalah kalau saya selalu menyangkutkan hati dalam segala urusan.

hati saya sedang patah (lagi). entah untuk kali yang keberapa ini terjadi dan itu hasil dari membaca chat dari dia yang saya sayang.

saya sayang kamu lalu kenapa harus pergi? saya sayang kamu lalu mengapa harus berubah? saya sayang kamu lalu mengapa kamu mau saya membiarkan kamu berusaha meninggalkan sayang itu?

kalimat pada paragraf diatas tersebut pure hasil kata hati saya, lalu jemari saya yang mengetikanya disini.

saya sedang bersedih. benar-benar sedang sedih. hati saya sedang perih, tapi pemanisnya sudah bersiap untuk pergi. lalu saya dan hati saya bisa apa kecuali terus bertahan dengan rasa sayang itu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS