When Life Give You A Lemon..

23 Des 2015

Assalamualaikum, halo apakabar kalian? Semoga sehat selalu dan tidak terkena flu, because as we know.. sekarang ini selain musim durian, juga musim sakit karena cuaca yang so so. 

Sudah lama sekali ternyata saya meninggalkan blog ini. Padahal dibilang sedang sibuk juga tidak sih. Cuma memang entah mengapa hasrat menulis di blog perlahan mulai loyo. Niat awalnya sebenarnya saya mau mengerjakan tugas UAS, berhubung ini sudah memasuki last week. Dan...new year's eve is coming!

OMG!

Doesn't time flies so fast? dan saking cepatnya waktu terasa berlalu sampai-sampai saya menyadari kalau kita semua has grown up in different ways. 

Hari ini saya bertemu dengan teman duduk saya selama kelas dua SMA. Namanya Cipluk. Perempuan yang selalu saya jambak-jambak dulu pas jaman SMA. Bukannya saya jahat sih, cuma karena saking gemasnya dengan dia kami sering main jambak-jambakan hehe. 

To be honest, saya adalah anak yang sangat-sangat malas ketika kelas dua SMA. Dan mungkin Tuhan selalu tahu yang terbaik bagi hambanya hingga Ia mengirmkan si Cipluk ini menjadi teman duduk saya. Sebenarnya saya dan Cipluk sudah sekelas dari kelas satu (bahkan sampai kelas tiga!) tapi karena berbeda pergaulan makanya saya belum terlalu akrab dengan dia ketika kelas satu. Okay, ketika naik kelas pun sebenarnya saya agak terpaksa duduk sebangku dengan dia. Maklum, kami tidak akrab, tapi siapa sangka dia adalah anak yang sangat baik (dan rela menolong a.k.a ditodong oleh saya haha)

Singkat cerita, ketika kelas dua itu saya jarang menulis catatan. Untuk setiap mata pelajaran! Dan untungnya Cipluk dengan kebaikan hatinya selalu menuliskan catatan untuk saya, sementara saya malah menguasai hp nya dengan berfoto-foto atau kabur keluar kelas bersama teman-teman saya. Kedengarannya memang saya jahat ya? Tapi sebenarnya kami ini team, walaupun kebanyakan dia yang gak enaknya hahaha. 

Hingga akhirnya ujian demi ujian berlalu dan kami naik kelas. Sayangnya ketika naik kelas tiga kami tidak setempat duduk. Yah...sayang sekali. Tetapi di depan tempat duduk saya masih ada teman bernama Ita yang juga sama malaikatnya dengan Cipluk (re: rela menuliskan catatan saya ;'p). 

Everyone has their own high school drama. Begitu pula dengan saya. Kelas tiga SMA adalah masa yang paling tidak bisa saya lupakan. Segala bentuk drama yang lebay, nda penting, dan sebenarnya tidak perlu terjadi..semua saya alami. Pertengkaran dengan teman yang sehati, sampai perpecahan geng. LOL!. 

Sebagai tahun terakhir, sebagian teman-teman saya ingin membuat acara yang dapat dikenang, tetapi entah mengapa malah menimbulkan percekcokan...dan yang lucunya sampai Cipluk terbawa-bawa dan digosipi sebagai pengkhianat. Benar-benar gosip yang tidak masuk akal! HAHA!

Tetapi ya namanya saja usia remaja, it's all because of hormones ;p

Walaupun agak lama, dan agak silly sih dua kubu yang tadinya bertengkar kembali berbaikan dan kami melewati masa-masa akhir SMA dengan damai. HAHA!

Hari ini saya bertemu lagi dengan Cipluk, walaupun kondisi saya kurang fit saya rela menembus debu dan terpaan sinar matahari Jakarta demi menemui Cipluk. Dan...ahhh saya jadi throwback lagi kemasa-masa konyol kami bersama! Rasanya waktu memang cepat berlalu. Kami bertumbuh dewasa dan punya teman-teman baru. Bahkan punya kenangan-kenangan lain yang bertumpuk di ingatan. 

Tetapi satu yang pasti, saya tidak pernah menyesal duduk sebangku dengan Cipluk :)
Cipluk yang saya peluk, saya? tentunya yang ditengah :D

Bertemu lagi :)

"so i'm gonna love you, like i'm gonna lose you.. wherever we're standing, i won't take you for granted.. cause we'll never know when we'll run out of time"

p.s : i always can't help my self not to laugh when i'm with you. please stay humble, stay kind, and always be my Cipluk :)



Berteman Dengan Diri Sendiri

17 Sep 2015

Assalamualaikum, aloha selamat hari kamis teman-teman yang manis! How's your day? I hope spent really well. 

Oh ya, hari selasa kemarin adalah hari pertama saya menjadi asisten untuk mata kuliah riset. Rasanya? Dag dig dug serrrr~ Agak lebay sih, tapi saya sangat senang! Ini rasanya seperti langkah awal untuk menuju masa depan yang lebih ceria hehe. 

Karena kemarin ngajarnya di kampus S1 jadi mahasiswanya masih bisa dikatakan dede-dede gemesh ya? hehe. Ketika masuk di kampus tersebut, saya jadi flashback ke jaman-jaman kuliah. Rasanya sangat berbeda, iya sih pasti akan berbeda. Mulai dari atmosfir hingga ke budaya kampus yang sangat-sangat berbeda dengan kampus Unhas (yang walaupun saya masih sedikit kzl dengan kampus tersebut tapi tetap saja saya bersyukur karena pernah berkuliah disana). Melihat mahasiswa-mahasiswa yang asik berkumpul dengan teman-temannya membuat saya sangat-sangat merindukan teman-teman saya (dear Endhyto, Nunce, Diah, Tri, Vivi, Pisang, Denny, Erwin, Adnan, Abang, Ayyal, Acos dan Great yakinlah walaupun kalian menyebalkan tapi ngangenin!)

Oke kembali throwback ke masa kuliah yang unyu-unyu. Dulu saya tidak pernah mau kemana-mana sendirian. Apalagi kalau ke kampus. Bayangkan kamu ke kampus dan tidak ada teman yang menemani, buat saya rasanya itu like hell. Tapi ternyata hari ini saya menyadari kalau tidak bisa selamanya kita bergantung kepada orang lain terutama untuk teman sih. 

Hal lain yang membuat saya sadar kalau kita harus tegar untuk berdikari adalah ketika selepas ngajar saya ke sebuah rumah makan cepat saji dekat kampus untuk makan. Di sana saya melihat lagi sekelompok dede-dede gemesh yang sedang kerja kelompok. Duh, saya jadi ingat, saya dan teman-teman saya sering mengerjakan tugas di Mcd. But time flies and friends got their own business. 

I look at my self and thinking. Sekarang apa-apa saya kerjakan sendiri. Kerja tugas sendirian, makan juga kadang sendirian, ngurus ini itu sendirian. Tentu saya punya teman, tapi untuk beberapa waktu satu-satunya teman yang bisa menemani setiap kegiatan kita adalah diri sendiri.

Agak silly sih kedengarannya, tapi saya harus berteman baik dengan diri saya sendiri. Bayangkan kalau saya dan diri saya bermusuhan (walaupun kayaknya tidak mungkin ya). Kalau kata kak Sabda semalam, "kita bisa punya banyak teman, tapi kadang kita juga harus menyediakan waktu untuk diri sendiri". Saya tidak sedih sih karena harus melakukan segalanya sendirian, saya hanya rindu saja kepada teman-teman saya *hiks*



Gitu aja sih, udah dulu ya. Nanti kita ngobrol-ngobrol lagi. Adios amigos!

Jendela Johari Dalam Riley "Inside Out"

6 Sep 2015

Assalamualaikum, halo apa kabar semua? Saya harap sih baik saja and i wish whoever just read my blog have a great saturday night ((because i don't really think my saturday night went well)). 

Tapi bukan itu sih yang mau saya bahas kali ini. Sebenarnya yang mau saya bahas dalam postingan kali ini adalah tentang film Inside Out. Well, walaupun film itu masuk dalam kategori animasi dan cocoknya memang ditonton sama anak usia remaja, tapi saya dan teman-teman saya tetap menontonnya dengan semangat (we all know that age is only the matter of number, right? :p)

image via google

Okay, back to the topic. Film Inside Out ini menceritakan tentang seorang anak perempuan yang bernama Riley. Riley adalah anak yang ceria, dan mempunyai hidup yang menyenangkan. Ia punya sahabat, dan keluarga yang sangat menyayanginya. Tetapi semua itu berubah ketika negara api menyerang (okay, lelucon "ketika negara api menyerang" memang sudah so yesterday sih tapi tetap saja itu lucu *at least for me hehehe). Tetapi ternyata kehidupan Riley berubah ketika ia harus pindah ke kota yang lebih besar karena ayahnya dipindah tugaskan. 

Sejak Riley dilahirkan ia tidak sendirian, tetapi ia bersama lima makhluk kecil yang berada di didalam kepalanya. Lima makhluk kecil tersebut adalah Joy, Sadness, Anger, Disgust, dan Fear. Yep, bila diterjemahkan secara ilmiah kelima makhluk tersebut adalah emosi yang ada di dalam setiap individu (bukan hanya Riley yang memilikinya, tetapi semua karakter dalam film ini juga memiliki emosi mereka tersendiri)

Singkat cerita, bukan hanya Riley yang harus membiasakan diri dengan keadaan di lingkungan baru. Tetapi juga emosi yang ada didalam dirinya harus membiasakan diri juga. Dan sayangnya karena emosi yang tidak seimbang menyebabkan Riley melakukan hal-hal yang tidak biasanya ia lakukan. Bahkan ada satu adegan di dalam film ini yang memperlihatkan sikap yang tidak biasanya orang tua Riley lihat pada diri Riley sebelumnya.

Tentu kisah Riley dalam film ini berakhir bahagia dengan membawa Riley dan keluarganya mengungkapkan perasaannya satu sama lain. Sebenarnya setelah menonton film ini membawa ingatan saya kembali pada salah satu teori komunikasi yang pernah dipelajari di kelas Bu Jeny (Komunikasi Antar Pribadi). 

Dalam ilmu Komunikasi dikenal adanya teori yang membahas mengenai konsep diri. Salah satu teori mengenai konsep diri yang paling terkenal ialah dari Johari Window. Dalam teorinya, Johari Window membagi menjadi empat bagian sebagai berikut :

image via google


Melalui teorinya, Johari Window telah menjelaskan kepada kita bahwa ada bagian-bagian dalam diri yang bahkan kita sendiri tidak dapat mengetahuinya tetapi orang lain mengetahuinya dan seterusnya. 

Konsep diri ini menurut saya sangat berpengaruh terhadap bagaimana kita mengontrol emosi kita dan juga bagaimana kita melakukan komunikasi kepada orang-orang disekitar kita. Pada paragraf sebelumnya saya sudah mengatakan bahwa dalam akhir film Inside Out ini berakhir bahagia, karena Riley akhirnya bisa mengungkapkan perasaannya kepada kedua orang tuanya. Masih berhubungan dengan teori dari Johari Window yang akhirnya membawa pemikirannya kepada konsep self disclosure atau pengungkapan informasi mengenai diri kepada orang-orang disekitar kita. 

Dengan melakukan self disclosure artinya kita telah membiarkan orang lain memasuki bagian-bagian atau jendela-jendela (seperti yang dibagi oleh Johari Window) yang ada didalam diri kita. Self disclosure ini dapat kita sebut sebagai curhat (semua orang pernah curhat kan?). Sadar ataupun tidak, ketika kita melakukan curhat maka kita membagi informasi mengenai pikiran, emosi, dan juga keinginan bahkan ketakutan yang ada di didalam diri kita kepada orang lain. Tentu moment self disclosure ini biasanya dilakukan hanya oleh dua orang atau tiga orang. Karena sesuai dengan konsep awal, self disclosure masih masuk dalam kategori komunikasi antar pribadi dimana pesertanya tidak lebih dari tiga orang.

Well, Riley dalam film ini memang berhasil melakukan self disclosure dengan kedua orang tuanya. Tetapi sayangnya tidak semua orang bisa melakukan hal tersebut. Kenapa? Karena kembali lagi hal tersebut tergantung bagaimana kita mengenal diri kita dan jendela-jendela yang ada di didalam diri kita. 

Postingan kali ini lumayan serius ya? Yah, lumayanlah untuk me-refresh  kembali ingatan mengenai pelajaran kuliah (walaupun yang paling saya rindukan semasa kuliah adalah ngumpul bareng teman-teman sih hehe)

Sekian dulu ya postingan saya kali ini. Kalau misalnya ada yang salah dengan alur berpikir saya mengenai film Inside Out dan kaitannya dengan Johari Window, please let me know.

Oh iya,  bagi kalian yang belum nonton film ini coba deh kalian cari dvd nya atau cari di situs nonton film online. Karena film ini bagus maka saya menyarankan kalian juga ikutan nonton. Atau liat aja dulu traillernya di sini 


Good night!

Postingan Telat dan Curhat *hehe*

22 Agt 2015

Assalamualaikum, halo apa kabar kalian? Semoga baik saja.

Alhamdulillah sekarang bisa nulis di blog lagi. Jujur saya rindu sekali blogging. Sebenarnya saya tidak perlu merindu seperti itu, karena caranya simpel saja yaitu dengan buka laptop dan go blogging. Tetapi kemudian saya jadi harus merindu, dikarenakan ternyata di rumah saya sudah tidak mempunyai akses WiFi *hiks*.

Oh iya, saya mau mengucapkan minal aidzin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan batin ya. Memang sih, lebaran sudah lama berlalu. Tapi tak apa ya, namanya juga baru dapat akses buat ngeblog hehehe. 

Ada banyak sekali hal yang ingin saya ceritakan di dalam blog ini. Saking banyaknya saya jadi bingung sendiri mau mulai dari mana -__-. Mungkin supaya lebih runut, akan saya ceritakan satu persatu. Dimulai dari saya mengobrak-abrik templates blog ini. Karena sudah bosan dengan templates yang lama akhirnya saya mengubahnya menjadi yang simple. Tapi saking simplenya sampai jadi sangat polos seperti ini hehehe. Mungkin nantilah akan saya hiasi lagi. 

Kemudian cerita berikutnya adalah cerita yang lagi hot di keluarga saya. Kita semua rasanya sudah tahu kalau manusia diciptakan berpasang-pasangan. Dan jika waktunya telah tiba, tidak ada yang bisa menghalangi persatuan dua anak manusia (kecuali Allah tentunya). Jadi di keluarga insya Allah akan bertambah anggota baru. Kakak saya yang pertama alhamdulillah kemarin telah melamar pacarnya, dan jika tidak ada halangan bulan Oktober mendatangan akan menikah. 

Rejeki, jodoh, dan kematian memang hanya Allah yang mengetahuinya. Siapa yang sangka kalau anak-anaknya mama dan bapak yang terpaut jarak umur yang cukup jauh malah mendapatkan jodoh dalam waktu yang berdekatan? hehe

Alhamdulillah, lebaran tahun ini sangat penuh dengan berkah. Secara berurutan saya bersaudara menyampaikan maksud keseriusan dengan pasangan masing-masing kepada orang tua. Sebenarnya ini bermula ketika pasangan saya (eyyakkk) dan keluarganya datang untuk bersilahturahmi di rumah saya pada lebaran hari kedua. Ternyata maksud kedatangan mereka untuk menyampaikan niatan serius menuju pernikahan. Tentu saya sangat bahagia, juga tidak menyangka. Tetapi, sebagai adik bungsu dan juga masih berstatus melanjutkan pendidikan saya akhirnya memilih untuk menjadi yang paling akhir menikah hehehe. Alhamdulillah keputusan tersebut disambut baik oleh keluarga saya dan keluarganya doi. Dan kemudian keesokan harinya, giliran pacar dari kakak saya yang nomor dua datang ke rumah bersama keluargany untuk menyaimpaikan hal yang sama. Dan sama seperti saya, kakak saya juga memilih untuk mendahulukan kakak lelaki kami menikah duluan tahun ini. 

Hidup memang selalu penuh kejutan. Siapa yang sangka senior, kakak, pelawak kampus yang pertama kali saya lihat di ruangan kelas yang sedang memperkenalkan organisasi ikatan mahasiswa ilmu komunikasi Indonesia lah yang akhirnya datang menghadap ke depan orang tua ku. Meminta izin untuk menjalankan perintah rasul. Jujur saya belum punya bayangan seperti apa kedepannya. Yang jelas saya cuma berharap agar doa-doa saya dan pacar saya setiap malam sebelum tidur didengarkan oleh Allah.

Saya mengetik ini sambil malu-malu loh sebenarnya. Dan juga saya mohon doanya yah teman-teman sekalian. Bila tidak halangan, insya Allah Oktober tahun depan saya sudah resmi menjadi master di bidang komunikasi dan juga melanjutkan ke fase hidup berikutnya. Oh iya, saya juga minta di doakan (hehehe maaf ya saya banyak sekali mintanya), saat ini saya sedang ditawari untuk menjadi asisten dosen untuk satu mata kuliah. Semoga ini adalah langkah awal menuju cita-cita saya sebagai seorang dosen. Amin.

Mungkin sekian dulu ya postingan saya kali ini. Insya Allah postingan berikutnya saya mau membahas soal makanan. Soalnya belakangan ini saya lagi hobi-hobinya membuat kue. 

Dadah!
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS