You're the truly exception

5 Mar 2013

via tumblr


Telah tiba masa dimana aku benar-benar merindukan kita

Kemarin malam aku bermimpi. Bunga tidur yang satu itu membawaku kembali pulang. Ke tempat yang benar-benar aku rindukan. Aku pulang. Kamu ada disana, menyambutku dengan segelas penuh teh hangat dan banyak sekali coklat. Kita banyak sekali bercerita. Berbagi apa yang seharusnya lama kita bagi. Berpelukan seerat-eratnya pelukan kekasih baru. 

Ada banyak sekali candaan yang terlontar. Aku sampai hampir lupa bernafas karenanya. Kamu terlihat sehat. Kita terasa bahagia. Lalu kemudian tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 14.30. Saatnya kita tidur, katamu.

Kita. Bukankah itu kata yang mengharukan? Maksudku, bukan lagi aku yang harus tidur, tidak juga kamu seorang. Tapi aku dan kamu yang harusnya melakukannya bersama. Melebur menjadi satu kesatuan yang harusnya tak terpisahkan. Bukankah begitu idealnya?


Masa dimana aku merindukan kita benar-benar tiba

Berdentang dua belas kali tanpa spasi. Dengan irama yang teratur aku terbangun. Ternyata yang kutemukan hanya diriku sendiri. Tidak denganmu. Pun demikian dengan kita. Selongsong peluru mendarat dengan mulus di hatiku. Meninggalkan lubang pekat yang tak terukur.

Aku bertanya. Sekali, lagi harusnya aku mendengar. Sekali dua kali lagi, harusnya kamu menjawab. Tiga empat lima, harusnya kita bergerak. Dulu, dari dulu kata waktu. Karena tidak setiap apa dapat terjawab seketika juga bela ku.

Kita. Bukankah itu kata yang menyenangkan? Maksudku, kamu tidak perlu ragu sendiri. Aku juga tak perlu gelisah. Karena masing-masing bagian diri telah tergabung. Tak terpisahkan harusnya selalu bersama. Bukankah begitu idealnya?


Aku telah tiba pada masa benar-benar merindukan kita

Tidak ada lagi yang seharusnya terasa perih. Luka punya waktu. Juga waktu tak terbatas. Karena aku tak tahu, bahagiaku selalu mengiringi langkahmu. 

Walau aku dan kamu tidak lagi menjadi kita. Karena kita terlalu jauh bermain. Akan selalu ada masa dimana aku merindukan kita. Karena pengecualian yang sesungguhnya adalah kamu aku yang akan selalu menjadi kita.









Setidaknya aku selalu mendoakanmu bahagia selalu. Pulanglah  kapanpun kamu inginkan, aku merindukan kita...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS