Gelap

29 Jun 2011

Dalam gelap aku terdiam, tetapi tidak dengan jemariku
Ia sibuk menari menyusun untaian kata yang aku kirim melalui otakku dan menuangkannya dengan gamang dalam secarik kertas
Aku diam,aku lelah
Bukan fisikku yang merasakannya, kali ini hati ku yang merasakannya
Masih dalam gelap yang sama
Aku menanti jikalau ia merubah pikirannya
Tetap dalam gelap, aku menerawang adakah yang salah dengan untaian kata yang ku lafalkan?
Aku tetap diam, tetapi tidak dengan otakku
Ia sibuk mencari jawaban atas pertanyaanku sendiri
Masih terdiam atas pertanyaan yang sama
Aku tak tahu
Terus saja otakku bekerja, sejalan dengannya, mataku enggan terpejam, hatiku lelah
Aku tak lelah oleh sikapnya, hanya saja aku lelah akan pertanyaanku sendiri
Perlahan hatiku memberi hipotesis bahwa tidak seharusnya aku mengucapkan rangkaian kata itu padanya
Perlahan aku menyetujui hatiku
Apa ini?
Otakku  menolak hal itu
Aku mulai bimbang
Masih dalam gelap yang sama
Aku memutuskan menyetujui hatiku
Seakan marah padaku, otakku melenggang pergi
Tinggal aku,hatiku, dan gelap yang tetap setia menemaniku dalam bimbang
Masih terdiam, jemariku berhenti menari diatas kertas itu
Tetap terdiam
Aku meyakinkan diriku bahwa semuanya akan baik saja kelak
Bilamana gelap itu tergantikan oleh terangnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS